Harusnya aku cukup berani berterus terang,
Harusnya aku dulu berani mengambil resiko untuk sakit.
Harusnya aku,...
Seandainya aku,..
Nyatanya melihatmu berbahagia dengan pasanganmu terasa lebih sakit daripada mencoba melupakanmu.
Hati ini hebat, bahkan pandai berpura-pura. Namun sayang, hati ini tidak cukup luas untuk menampungmu pulang.
Mungkin aku bukan dicipta untuk menjadi tulang rusukmu,
Tapi yakinlah, suatu hari nanti, saat kamu temukan cahaya untuk sinari langkahmu, tengoklah hati ini sebentar saja. Bukan untuk tinggal, singgah saja sebentar, agar kamu tau, betapa berartinya kamu di kehidupanku.
-K

No comments:
Post a Comment