Monday, February 11, 2019

Fatamorganaku, chapter 17

Kenangan.. Biarkan mereka seperti itu adanya, agar kita tau bagaimana caranya merintih dan mengaduh.
Masa lalu..
Sungguh aku berterima kasih kepada mereka yang begitu brengseknya datang untuk bersenang-senang kemudian pergi untuk dikenang.
Bahkan mereka yang pernah menjadi topik paling penting di hidupku kini hanyalah kepingan berdebu yang terhapus oleh waktu.
Aku sendiri tak tau kenapa hati ini berkhianat. Membuka buku lama yang sudah kututup dan menaburkan garam di atas luka. Air mata sudah terlanjur melaut di dalam dekapan tanganku sendiri.
Aku kira aku sudah lupa, tapi nyatanya, aku hanya "sedang lupa". Bayanganmu masih terukir jelas di ujung pikiranku.
Tenang saja, aku sudah tak lagi menangis untuk menyelamatkan bagian hati ini untukmu.
Karena pada akhirnya, kamu hanyalah figuran di dalam film kehidupan yang Tuhan sutradarai untukku.
Fatamorganaku.
Hilang, seperti pelangi yang dihapus sang waktu. -K

Fatamorganaku, chapter 16


Karena ketika aku sudah memilih untuk jatuh cinta, maka aku sudah siap untuk mempertaruhkan hatiku untuk terluka. Jatuh cinta memang layaknya melihat fatamorgana di tengah-tengah gurun pasir, saat aku bersusah payah meraihnya, yang kurasa hanya rasa haus yang semakin membuatku nelangsa.
Aku tak pernah sadar, bahwa keindahan rasa saat manusia bertemu dengan cinta bisa membuat mereka bertingkah seperti budak yang tak mengenal logika.
Bukankah seharusnya cinta membuat bahagia?
Tapi mengapa sering kali air mata turut serta di dalamnya?
Seseorang sekali berkata, bukan begitu caranya mencinta, karena mencinta berarti memberi. Tak adil! Kataku. Bagaimana mungkin siang ada jika malam tak lagi datang?
Bukankah cinta itu tentang mereka yang saling memberi dan menerima?
Omong kosong yang mereka ucapkan tentang cinta tak harus memiliki membuatku muak bukan kepayang. Bukankah cinta adalah perjuangan?
Dan Jika melepaskanmu adalah perjuangan, maka seantero jagad adalah saksinya.
Bukan karena aku tak pantas untukmu, namun karena aku juga pantas untuk diperjuangkan. -K

Chapter thirteen

There was a time when i thought everything was gonna last forever and everything was always gonna be ok. Just when i thought the story...