Nyatanya, hatiku tak cukup luas untuk menjadi rumah bagi jiwamu.
Bahkan terkadang, aku cemburu pada awan yang sering kali kau pandang.
Aku kira semua baik-baik saja saat aku berusaha melupakan.
Aku sempat percaya, bahwa berpisah adalah cara terbaik untuk saling mendoakan.
Nyatanya, merindumu hanya membuatku bermusuhan dengan sang waktu.
Iya, ini untukmu lagi.
Fatamorganaku.
Kamu yang bisa hilang, bahkan saat aku berkedip. -K
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
Chapter thirteen
There was a time when i thought everything was gonna last forever and everything was always gonna be ok. Just when i thought the story...
-
Kenapa sesuatu akan terlihat lebih indah jika kita memejamkan mata? Karena keindahan yang nyata adalah sesuatu yang tidak terlihat. Sepe...
-
Rinduku kepada kamu si fatamorgana. Kepalaku mulai sesak memikirkan kemungkinan-kemungkinan yang akan terjadi jika waktu bisa aku hentik...
-
There are things that we can have but we can't keep. Something that we can see but we can't touch. Things that we can feel but we ca...

No comments:
Post a Comment