Tuesday, January 15, 2019

Fatamorganaku, chapter 13


Kenapa sesuatu akan terlihat lebih indah jika kita memejamkan mata?
Karena keindahan yang nyata adalah sesuatu yang tidak terlihat. Seperti cinta, rindu, kenangan dan fatamorgana.



Sudah kubilang ini cuma soal waktu.
Waktuku untuk melupakan,
waktuku untuk mengikhlaskan,
waktuku untuk belajar menyimpan rinduku sendiri.

Semuanya masih sama, lembayung senja masih terlihat keemasan dengan sedikit percikan matahari yang akan tenggelam.
Namun tangisku kali ini tanpa isak, karena segala asa sudah terlanjur melebur menjadi luka.
Sepi ini sudah terlanjur hening, dan kenangan tentangmu masih saja membuatku tersungkur dan mengaduh.
Kamu yang pernah menjadi sebuah renjana di batin yang penuh luka.

Kamu fatamorganaku,
memecahkan bingkai kebahagian yang sudah kususun rapi.
menambah luka di dinding nestapa.

Pada akhirnya,
aku membiarkan rasa ini menguap dan rindu ini menggerogoti hati yang sudah tak berbentuk.
Tenang saja, aku masih menjadi penonton setiamu yang senang mendengarkanmu mendongeng kisah kasih bahagia.
Palsu!
Iya, kamu tetap saja kamu, si fatamorgana.
Indah, tapi hanya sementara. -K





No comments:

Post a Comment

Chapter thirteen

There was a time when i thought everything was gonna last forever and everything was always gonna be ok. Just when i thought the story...