Friday, May 17, 2019

Fatamorganaku, chapter 18


Rinduku kepada kamu si fatamorgana.
Kepalaku mulai sesak memikirkan kemungkinan-kemungkinan yang akan terjadi jika waktu bisa aku hentikan sementara.
Kenangan tentangmu masih saja mengusik rasa yang sudah mati.
Salah siapa hati ini berkhianat?
Tidak tau diri merajut sejumput rindu akan bayangmu.
Jangan khawatir, tak sedikitpun air mata ini menetes untukmu.
Aku tau hati ini bukanlah baja.
Namun aku yakin, waktu adalah penghapus terbaik untuk luka yang tak kunjung mengering. -K

No comments:

Post a Comment

Chapter thirteen

There was a time when i thought everything was gonna last forever and everything was always gonna be ok. Just when i thought the story...