Friday, May 17, 2019

Chapter ten


Menyedihkan,
Dimana ketakutan terbesar manusia adalah kepada manusia yang lain.
Takut akan di remehkan,
Takut akan ditertawakan,
Takut akan dikucilkan,
Takut akan ditinggalkan,
Takut akan ketahuan,
Sedangkan takut akan kematian mereka akan letakan di list kehidupan mereka paling bawah.
Takut akan Tuhannya mereka kesampingkan dengan duniawi yang lebih menggoda.
Bagi kebanyakan dari mereka, terlihat hebat dan bahagia lebih penting daripada terlihat santun dan beragama.
Sebagian lagi menganggapnya terlalu naif dan fanatik bilamana menjunjung tinggi Tuhan dan kitabnya adalah prioritas utama.
Menyedihkan,
Ketika sesamanya beradu argumen siapa yang paling benar.
Salah satu dari mereka bahkan menganggap agama dan Tuhannya hanyalah tameng untuk meraih kuasa.
Lalu tiba saatnya, dimana nasehat yang dilontarkan hanyalah lantunan sambil lalu yang tak perlu di dengar.
Takut.
Pada siapa?
Pada apa?
Bukankah Tuhan yang paling berhak untuk kita takuti? -K

No comments:

Post a Comment

Chapter thirteen

There was a time when i thought everything was gonna last forever and everything was always gonna be ok. Just when i thought the story...