Wednesday, October 31, 2018

Berbahagia

Orang-orang selalu sibuk mencari kebahagian, namun kebanyakan dari mereka lupa caranya bersyukur. Mereka sibuk mengukur kebahagian dan berkaca terhadap kebahagian orang lain. Padahal, mereka sendiri tidak tau seberapa banyak yang dikorbankan, seberapa banyak yang di ambil, seberapa berat perjuangan. Bahkan untuk hal kecil seperti melihat orang yang disayangi tersenyum sebagian orang harus mengorbankan diri sendiri.

“Tidak apa-apa ibu sudah kenyang, kamu aja yang makan, habisin” kata ibuku sambil tersenyum. Memang terlihat sederhana, hingga aku menyadarinya sekarang. Ketika menjadi tua, ketika menghadapi proses kedewasaan, dan ketika kamu ada di posisi yang sama pada saat itu. Iya, melihat orang yang kita sayangi tersenyum bahagia, akan membuat diri kita juga merasa bahagia.

Kita semua harusnya menyadari, bahwa kadar kebahagian masing-masing orang berbeda-beda. Kataku menyadari, iya, tidak cuma “tau”. Karena kebanyakan dari kita “tau” tapi tak pernah menyadari. -K



🌎 Santa Cruz, CA. California 2018

No comments:

Post a Comment

Chapter thirteen

There was a time when i thought everything was gonna last forever and everything was always gonna be ok. Just when i thought the story...