"Aku janji aku bakal nemenin kamu terus."
"Aku janji kita akan sama-sama trus."
"Aku janji kita bakal temenan sampe kita tua nanti."
•
•
•
•
"Kamu ngarepin apa sih?"
"Kamu banyak maunya!"
"Aku uda ngga tahan sama kamu!"
"Aku janji kita bakal temenan sampe kita tua nanti."
•
•
•
•
"Kamu ngarepin apa sih?"
"Kamu banyak maunya!"
"Aku uda ngga tahan sama kamu!"
Pembohong!
Ketika orang-orang itu ramai-ramai menawarkan kebahagiaan.
Yang lainnya lagi menghilang dengan alasan-alasan tak masuk akal.
Ketika orang-orang itu ramai-ramai menawarkan kebahagiaan.
Yang lainnya lagi menghilang dengan alasan-alasan tak masuk akal.
Hujan di bulan Januari, petrikor melambai-lambai ke arahku, seakan membiusku dengan aromanya yang khas.
Aku ini memang pemimpi ulung, semua yang ada dalam pikiranku terlalu naif.
Aku kira semua akan baik-baik saja ketika satu persatu dari mereka meninggalkanku.
Aku kira hati ini cukup kuat menopang rasa sakit yang silih berganti.
Aku kira kebahagiaan akan datang dengan sendirinya dan merangkulku dengan kehangatan suatu hari nanti.
Aku ini memang pemimpi ulung, semua yang ada dalam pikiranku terlalu naif.
Aku kira semua akan baik-baik saja ketika satu persatu dari mereka meninggalkanku.
Aku kira hati ini cukup kuat menopang rasa sakit yang silih berganti.
Aku kira kebahagiaan akan datang dengan sendirinya dan merangkulku dengan kehangatan suatu hari nanti.
Nyatanya?
Bangun!
Kenyataan menampar pipi kiri dan kananku setiap pagi.
Aku bukan lagi aku.
Bangun!
Kenyataan menampar pipi kiri dan kananku setiap pagi.
Aku bukan lagi aku.
Pada akhirnya,
Kebahagianku tidak lagi penting.
Aku hanya ingin menjadi baik-baik saja.
Iya, baik-baik saja.
-K
Kebahagianku tidak lagi penting.
Aku hanya ingin menjadi baik-baik saja.
Iya, baik-baik saja.
-K

No comments:
Post a Comment