Monday, February 11, 2019

Fatamorganaku, chapter 17

Kenangan.. Biarkan mereka seperti itu adanya, agar kita tau bagaimana caranya merintih dan mengaduh.
Masa lalu..
Sungguh aku berterima kasih kepada mereka yang begitu brengseknya datang untuk bersenang-senang kemudian pergi untuk dikenang.
Bahkan mereka yang pernah menjadi topik paling penting di hidupku kini hanyalah kepingan berdebu yang terhapus oleh waktu.
Aku sendiri tak tau kenapa hati ini berkhianat. Membuka buku lama yang sudah kututup dan menaburkan garam di atas luka. Air mata sudah terlanjur melaut di dalam dekapan tanganku sendiri.
Aku kira aku sudah lupa, tapi nyatanya, aku hanya "sedang lupa". Bayanganmu masih terukir jelas di ujung pikiranku.
Tenang saja, aku sudah tak lagi menangis untuk menyelamatkan bagian hati ini untukmu.
Karena pada akhirnya, kamu hanyalah figuran di dalam film kehidupan yang Tuhan sutradarai untukku.
Fatamorganaku.
Hilang, seperti pelangi yang dihapus sang waktu. -K

No comments:

Post a Comment

Chapter thirteen

There was a time when i thought everything was gonna last forever and everything was always gonna be ok. Just when i thought the story...