Monday, February 11, 2019
Fatamorganaku, chapter 16
Karena ketika aku sudah memilih untuk jatuh cinta, maka aku sudah siap untuk mempertaruhkan hatiku untuk terluka. Jatuh cinta memang layaknya melihat fatamorgana di tengah-tengah gurun pasir, saat aku bersusah payah meraihnya, yang kurasa hanya rasa haus yang semakin membuatku nelangsa.
Aku tak pernah sadar, bahwa keindahan rasa saat manusia bertemu dengan cinta bisa membuat mereka bertingkah seperti budak yang tak mengenal logika.
Bukankah seharusnya cinta membuat bahagia?
Tapi mengapa sering kali air mata turut serta di dalamnya?
Seseorang sekali berkata, bukan begitu caranya mencinta, karena mencinta berarti memberi. Tak adil! Kataku. Bagaimana mungkin siang ada jika malam tak lagi datang?
Bukankah cinta itu tentang mereka yang saling memberi dan menerima?
Omong kosong yang mereka ucapkan tentang cinta tak harus memiliki membuatku muak bukan kepayang. Bukankah cinta adalah perjuangan?
Dan Jika melepaskanmu adalah perjuangan, maka seantero jagad adalah saksinya.
Bukan karena aku tak pantas untukmu, namun karena aku juga pantas untuk diperjuangkan. -K
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
Chapter thirteen
There was a time when i thought everything was gonna last forever and everything was always gonna be ok. Just when i thought the story...
-
Kenapa sesuatu akan terlihat lebih indah jika kita memejamkan mata? Karena keindahan yang nyata adalah sesuatu yang tidak terlihat. Sepe...
-
Rinduku kepada kamu si fatamorgana. Kepalaku mulai sesak memikirkan kemungkinan-kemungkinan yang akan terjadi jika waktu bisa aku hentik...
-
There are things that we can have but we can't keep. Something that we can see but we can't touch. Things that we can feel but we ca...

No comments:
Post a Comment