Friday, May 17, 2019

Chapter nine


Akan tiba dimasa si pendosa ini hanya mengharapkan segalanya baik-baik saja.
Mereka berbondong-bondong ingin menjadi manusia yang dekat dengan Tuhannya.
Namun kapan saat itu datang, adalah tabir misteri kehidupan yang tak bisa diterka.
Sebagian dari mereka menunggu tua,
Yang lain menunggu sakit,
Yang lain lagi menunggu celaka.
Ironis.
Aku dan mereka sama, serakah.
Ingin di dengar, namun tak ingin mendengar.
Membusungkan dada dan berkata "aku juga berhak bahagia."
Sombong sekali! Berkata tentang hak namun lupa akan kewajiban.
Beberapa dari mereka merasa yang paling akrab dengan Tuhannya, hanya karrna mereka berbalur kitab suci dan  penutup kepala.
Menyedihan bukan?
Iya.
Manusia, mereka pikir mereka makhluk paling sempurna.
Padahal merekalah yang paling hina. -K

No comments:

Post a Comment

Chapter thirteen

There was a time when i thought everything was gonna last forever and everything was always gonna be ok. Just when i thought the story...