Tuesday, January 22, 2019
Chapter eight
Untukmu jiwa-jiwa yang tersakiti,
maafkanlah dirimu sendiri karena telah membiarkan para figuran di kehidupanmu masuk ke dalam hatimu dan menghujammu dengan kekecewaan.
Kamu terlalu berharga untuk mereka yang bahagia melihat air matamu.
Tanpa kita sadari, kita terlalu sibuk berjuang mendapatkan cinta sampai kita lupa seseorang yang telah mencinta kita.
Tidak percaya? cobalah keluar dari kamarmu saat sepertiga malam datang, kamu akan melihat ibumu menangis tersedu dan menekuk lututnya berjam-jam.
Tidak! Beliau tidak menangisimu, beliau sedang menghamba kepada Tuhannya untuk kebahagiaanmu.
Karena sebaik-baiknya doa adalah doa seorang ibu.
Bangkitlah saat kamu terjatuh,
dan menangislah kepadaNya sang pemilik hati.
-K
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
Chapter thirteen
There was a time when i thought everything was gonna last forever and everything was always gonna be ok. Just when i thought the story...
-
Kenapa sesuatu akan terlihat lebih indah jika kita memejamkan mata? Karena keindahan yang nyata adalah sesuatu yang tidak terlihat. Sepe...
-
Rinduku kepada kamu si fatamorgana. Kepalaku mulai sesak memikirkan kemungkinan-kemungkinan yang akan terjadi jika waktu bisa aku hentik...
-
There are things that we can have but we can't keep. Something that we can see but we can't touch. Things that we can feel but we ca...

No comments:
Post a Comment