Friday, January 11, 2019

Fatamorganaku, chapter 11


Tak ada lagi tulisan tenang rindu pada si fatamorgana. 
Sajak tentangnya sudah terkuras habis oleh realita yang seolah menamparku begitu keras. 
Kekecewaan sedang berusaha membangunkanku dari mimpi yang panjang tentangnya. 
Aku kira aku boleh sedikit berharap, nyatanya waktu masih saja menjadi kawan lama yang memusuhiku.
Benar adanya, kamu adalah fatamorganaku, aku tak akan bisa menjangkaumu meskipun aku terseok-seok berusaha meraihmu. 
Jangan khawatir masalah hati, dia lebih kuat dari yang kamu pikir. 
Tidak percaya? Lihat saja! Kamu sudah mengangkatnya tinggi-tinggi dan menerbangkannya, sekarang kamu jatuhkan dan membuatnya hancur menjadi puing-puing kecil, namun dia masih dsana. Dia si hati, merapikan satu demi satu puing-puing itu dan menyusunnya kembali supaya ruang kosong untukmu tetap ada dan terlihat. 
Iya, mungkin terlihat seperti kain perca. Karena si hati punya banyak bekas luka. Kamu tau kenapa? Karena si hati mudah sekali percaya, bawasanya orang-orang yang dicintainya akan tetap setia. Nyatanya semua sama, mereka memilih pergi untuk memperjuangkan hati yang lain. -K

No comments:

Post a Comment

Chapter thirteen

There was a time when i thought everything was gonna last forever and everything was always gonna be ok. Just when i thought the story...